Ibu, darimu kubelajar
Bahwa menjadi dirimu bukanlah suatu kepastian;
Karena masalah yang harus diselesaikan tidak selalu datang dalam jam kerja yang telah ditetapkan.
Karena tugas di luar jadwal sringkali lebih banyak dan harus segera dituntaskan.
Karena peluk hangatmu tidak serta merta berhasil dalam atasi setiap permasalahan.
Karena peluh keringatmu terkadang mengalir lebih deras tanpa sempat terusapkan.
Ibu, semakin aku pahami saat ini…..
Bahwa menjadi dirimu adalah suatu anugerah yang tak terelakkan;
Karena dengan jam kerja tak berbatas, kesempatan tuk menempa diri semakin terbukakan.
Karena tugas yang tak terbendung, mengelola diri lebih kuat menjadi suatu keniscayaan.
Karena kerumitan masalah, menjadikan diri yang penuh cinta semakin terkembangkan.
Karena kelelahan tak terbatas, menjadi asesoris indah saat semua sulit tertuntaskan.
Ibu, dengan hatiku saat ini….
Kusadari dan kupahami bahwa sabar bukan hanya sekedar pilihan;
Karena memang tiada pilihan lain, tuk atasi semua sulit yang dirasa dengan penuh ketegaran.
Karena keikhlasan hanya bisa terwujud saat kita tuntaskan semua tugas dengan ketabahan.
Karena kecerdasan terasa bermanfaat saat diri ini mampu kelola emosi dengan kesabaran.
Karena hidup penuh makna saat kita tetapkan diri capai tujuan yang telah ditetapkan.
Alhamdulillah….
Syukurku karena kau telah menjadi ibuku ^_^

