Thursday, March 04, 2010

Adakah Batas Sabar?
Oleh : Fridha Rasjid
http://www.facebook.com/fridha.rasjid
Pernah nonton berita dimana orang antre begitu penuhnya di mall, demi sepatu dan sandal import? Pernahkah melihat liputan TV tentang orang yang antre berdesakan hingga ada yang pingsan dan bahkan meninggal saat antre pembagian zakat? belum lagi antrean untuk berobat saat terjadi 'fenomena' Ponari.

Menurut anda, apa kesamaannya dari sekian kilasan berita-berita tersebut? Apa hal mendasar yang membuat mereka rela berdesak-desakan, rela berbagai oksigen, rela menjalani himpitan yang membuat dada mereka sendiri sesak?

Menurutku hanya satu kata yang bisa menggambarkan 'kerelaan' mereka untuk berdesak-desakan, yaitu "Perjuangan". Terlepas dari apa yang diperjuangkan, yang jelas setiap orang yang berkumpul tentunya mempunyai kepentingan yang sama pula. Mereka tak peduli apakah hal tersebut membuat mereka berdiri hingga berjam-jam, yang penting hal yang mereka butuhkan bisa didapat dengan harga yang miring, atau bisa diterima dengan gratis.

Ternyata sesuatu yang menurut seseorang berharga, mampu membuat dirinya rela bersusah payah, rela menderita, dalam berjuang untuk mendapatkannya. Dan, ternyata -pula- perjuangan seperti itulah yang disebut sebagai sabar.

Meski demikian, sabar yang disebutkan dalam contoh tersebut diatas baru meliputi sabar dalam batasan fisik saja. karena pada dasarnya ruang sabar itu sangat luas. Bila kita bahas dari sasarannya saja, dalam bukunya, DR.Yusuf Qordowi menyebutkan bahwa sabar ada dua macam.

  1. Fisik

  2. Seperti menahan penderitaan, kerja berat untuk mencari nafkah, bekerja keras menyelesaikan tugas, ataupun menahan rasa sakit saat sedang luka parah. Hal tersebut menjadi terpuji bila sesuai dengan tuntutan syariat.

  3. Mental, atau hal-hal yang berkaitan dengan nafsu

  4. Hal-hal yang termasuk menahan godaan nafsu ataupun godaan lain yang kita rasa, ternyata melahirkan bentuk kesabaran tertentu lho, antara lain;

    • Iffah atau kehormatan dan harga diri; bila sabar terhadap serangan syahwat perut dan seksual.

    • sabar saat menghadapi musibah, merupakan lawan dari jaza' atau keluhan

    • sabar menahan diri dalam kekayaan melawan bathor atau lupa daratan

    • sabar saat berperang disebut "keberanian" melawan "ketakutan"

    • saat menahan amarah disebut halim atau bijaksana dan lawan dari "menggerutu"

    • saat menghadapi keadaan sulit atau menjemukan disebut "lapang dada" dan melawan dari rasa "jenuh"

    • sabar dalam menyimpan pembicaraan disebut "dapat dipercaya"

    • sabar dengan rezeki sedikit disebut qona'ah atau "rela dan puas", melawan kata "rakus"

    • sabar menghadapi kesulitan hidup disebutzuhud artinya tidak menjadi hamba dunia



Jadi, ternyata sabar bukanlah sikap pasif sekedar menerima 'nasib' yang menimpanya. Sabar mewujud dalam berbagai perilaku serta sikap yang bersifat aktif dalam memperjuangkan kebutuhan ataupun justru bersikap ikhlas saat memang sudah tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengubahnya. Ternyata sabar dapat menjelma dalam sekian banyak sikap, perilaku, dan sebuatan yang bervariasi. Belum lagi, inipun baru sebagian dari kecil dari pembahasan tentang sabar itu sendiri.

Jadi, sekali lagi, adakah batas sabar?

Sunday, February 28, 2010

Catatan Fridha Rasjid: ♥ Cinta tak Berbatas ♥

O tidak...

Aku tak bisa berhenti terpana...
Jantungku berdegup kencang...

Tanganku bergetar kuat...

Lututku lemas tak bertenaga...


Kudengar berita itu, bahwa anakku kini telah menjadi ibu....Melahirkan dengan lancar dan selamat tak kurang suatu apa, tanpa aku disampingnya. Tanpa aku mendampinginya dalam perjuangannya antara hidup dan mati.

Kudapat kabarnya, bahwa anakku telah lulus dalam jenjang pendidikannya yg tertinggi...Dengan susah payah serta keringat dan airmata yang mengiringinya, tanpa aku disampingnya. Tanpa aku mengeluarkan secuilpun harga untuk membiayainya.


O tidak...
Aku yg tak bisa berhenti bahagia...
Jantungku tak kalah berdebar kencang...
Tanganku tak juga berhenti bergetar...
Kakiku tak kuasa lagi menopang....

Kusadari dengan sangat... Hangatnya pelukan Mami yang mendekapku erat disertai isak harunya...Saat kulahirkan anakku, makin kurasakan kekuatan doa disetiap sujudnya telah sampai langit ketujuh tanpa pembatas yg menghalang.

Kurasakan cinta yg menghunjam...Menyertai pekik kecil bahagia yg terucap Mama dalam syukurnya. Begitu kuselesaikan penghujung jenjang pendidikanku, makin tampak melesat sekian banyak doanya yg tak terhitung melintasi langit ketujuh tanpa rintangan.


Nyata betul, dengan cintamu kami tak perlu khawatir.
Kami disini, selalu bahagia dengan cintamu dalam cintaNYA.
Syukurku tak boleh terbatas, agar layak bersanding dengan cintamu yg tak berbatas...dalam cintaNYA.

http://www.facebook.com/home.php?#!/fridha.rasjid?v=app_2347471856

SKY TWO VOICE Radio Siaran SMK Angkasa 2 Margahayu Lanud Sulaiman

Dengarkan Lagunya, Belajar dimanapun kita bisa, SMK Angkasa 2 Juara Free Shoutcast Hosting Radio Stream Hosting