Oleh : Fridha Rasjid
http://www.facebook.com/fridha.rasjid
Menurut anda, apa kesamaannya dari sekian kilasan berita-berita tersebut? Apa hal mendasar yang membuat mereka rela berdesak-desakan, rela berbagai oksigen, rela menjalani himpitan yang membuat dada mereka sendiri sesak?
Menurutku hanya satu kata yang bisa menggambarkan 'kerelaan' mereka untuk berdesak-desakan, yaitu "Perjuangan". Terlepas dari apa yang diperjuangkan, yang jelas setiap orang yang berkumpul tentunya mempunyai kepentingan yang sama pula. Mereka tak peduli apakah hal tersebut membuat mereka berdiri hingga berjam-jam, yang penting hal yang mereka butuhkan bisa didapat dengan harga yang miring, atau bisa diterima dengan gratis.
Ternyata sesuatu yang menurut seseorang berharga, mampu membuat dirinya rela bersusah payah, rela menderita, dalam berjuang untuk mendapatkannya. Dan, ternyata -pula- perjuangan seperti itulah yang disebut sebagai sabar.
Meski demikian, sabar yang disebutkan dalam contoh tersebut diatas baru meliputi sabar dalam batasan fisik saja. karena pada dasarnya ruang sabar itu sangat luas. Bila kita bahas dari sasarannya saja, dalam bukunya, DR.Yusuf Qordowi menyebutkan bahwa sabar ada dua macam.
- Fisik
- Mental, atau hal-hal yang berkaitan dengan nafsu
- Iffah atau kehormatan dan harga diri; bila sabar terhadap serangan syahwat perut dan seksual.
- sabar saat menghadapi musibah, merupakan lawan dari jaza' atau keluhan
- sabar menahan diri dalam kekayaan melawan bathor atau lupa daratan
- sabar saat berperang disebut "keberanian" melawan "ketakutan"
- saat menahan amarah disebut halim atau bijaksana dan lawan dari "menggerutu"
- saat menghadapi keadaan sulit atau menjemukan disebut "lapang dada" dan melawan dari rasa "jenuh"
- sabar dalam menyimpan pembicaraan disebut "dapat dipercaya"
- sabar dengan rezeki sedikit disebut qona'ah atau "rela dan puas", melawan kata "rakus"
- sabar menghadapi kesulitan hidup disebutzuhud artinya tidak menjadi hamba dunia
Seperti menahan penderitaan, kerja berat untuk mencari nafkah, bekerja keras menyelesaikan tugas, ataupun menahan rasa sakit saat sedang luka parah. Hal tersebut menjadi terpuji bila sesuai dengan tuntutan syariat.
Hal-hal yang termasuk menahan godaan nafsu ataupun godaan lain yang kita rasa, ternyata melahirkan bentuk kesabaran tertentu lho, antara lain;
Jadi, sekali lagi, adakah batas sabar?
