Sunday, March 06, 2011

Dara Loetfie's Facebook Notes

note ibu part 2
03/06/2011 10:20 PM

Dengan langkah lentur aku berjalan pulang,

Jalan kutapaki teramat lapang….sangat lapang,

Hingga leluasa menghela nafas dan langkah….memburu waktu ya
Terbitkan Entri
ng rasanya kian sempit,



Kini rumahku adalah bumi,

beratap langit biru berhias awan berarak-arak…indah,

terkadang mendung mencuri waktu menghantar mega,

namun tetap saja bagiku indah…sangat indah.



Adalah angin sang pembawa kabar,

Adalah air sang penyejuk raga,

Adalah api sang penghangat jiwa,

Adalah udara sang pengisi rongga paruku.



Inilah aku kini,

rumahku dibumi milik… Allah,

akulah raga …juga milik Allah,

dan…3 mutiara yang Allah titipkan penghias mimpiku..putra putriku…juga milik Allah.



Yaa Rob…

walau rumah beratap genteng berlantai keramik tak jua kumiliki,

aku akan tetap pulang…kerumah sejati…BUMI,



rumah bumiku tunggulah…bila saat tiba aku akan pulang…segera





By

erni…..
note ibu part 1
03/06/2011 10:19 PM

Selamat datang malam

kita jumpa lagi bersama semilir angin,

hangatnya kemarau

dan lirihnya hari-hari yang kulewati

.

Senandung merdu kalam Ilahi mendayu,

menyelusup lembut kedalam telinga,

menyeruak dingin hati membuka kalbu,

Subhanallah….Alhamdulillah…..Allahuakbar.



Oh..ya Rob,

ampuni aku karena keangkuhanku,

ampuni aku karena kenistaanku,

ampunilah aku ya Rob… karena semua kelalaianku.



Ya Rob…

aku iklas Kau rengkuh dalam kuasa alam Mu,

luluh dalam kerinduan nan indah,

pada Mu ya Rob….hanya pada Mu.
indahnya Ibu ku.....
08/11/2010 12:20 AM
Ya Allah.......

terima kasih Engkau telah menitipkan aku di rahim Ibu ku.

krn....

Ibu telah menjagaku selama 9 bln di dlm rahimnya untuk menyempurnakan pertumbuhanku,

Ibu telah mengajarkan agama padaku untuk menyempurnakan imanku,

Ibu telah mendidikku untuk menyempurnakan ilmuku,

Ibu telah memanjakanku untuk menyempurnakan kelembutanku,

Ibu telah memarahiku ketika ku salah untuk menyempurnakan mentalku,

Ibu telah memberi nasihat padaku untuk menyempurnakan masa depanku.

dan masih banyak lagi yang telah Ibu lakukan padaku dengan penuh ketulusan dan kasih sayang.

Terima kasih Bu......



Terima kasih juga Ya Rabb karna Engkau telah memanggil Ibu ku dengan cara yang indah.

Kini ku tw Engkau lebih menyayangi Ibuku dan dapat lebih memberikan kebahagiaan untuk Ibuku...

Dara Loetfie's Facebook Notes

note ibu part 1

03/06/2011 10:19 PM

Selamat datang malam

kita jumpa lagi bersama semilir angin,

hangatnya kemarau


dan lirihnya hari-hari yang kulewati

Senandung merdu kalam Ilahi mendayu,

menyelusup lembut kedalam telinga,

menyeruak dingin hati membuka kalbu,

Subhanallah….Alhamdulillah…..Allahuakbar.

Oh..ya Rob,

ampuni aku karena keangkuhanku,

ampuni aku karena kenistaanku,

ampunilah aku ya Rob… karena semua kelalaianku.

Ya Rob…

aku iklas Kau rengkuh dalam kuasa alam Mu,

luluh dalam kerinduan nan indah,

pada Mu ya Rob….hanya pada Mu.

indahnya Ibu ku.....

08/11/2010 12:20 AM

Ya Allah.......

terima kasih Engkau telah menitipkan aku di rahim Ibu ku.


krn....


Ibu telah menjagaku selama 9 bln di dlm rahimnya untuk menyempurnakan pertumbuhanku,


Ibu telah mengajarkan agama padaku untuk menyempurnakan imanku,


Ibu telah mendidikku untuk menyempurnakan ilmuku,


Ibu telah memanjakanku untuk menyempurnakan kelembutanku,

Ibu telah memarahiku ketika ku salah untuk menyempurnakan mentalku,

Ibu telah memberi nasihat padaku untuk menyempurnakan masa depanku.

dan masih banyak lagi yang telah Ibu lakukan padaku dengan penuh ketulusan dan kasih sayang.


Terima kasih Bu......




Terima kasih juga Ya Rabb karna Engkau telah memanggil Ibu ku dengan cara yang indah.


Kini ku tw Engkau lebih menyayangi Ibuku dan dapat lebih memberikan kebahagiaan untuk Ibuku...


Bukti CInta Ibu.........

02/01/2010 03:32 PM

Saat kudatang, senyuman manisnya menjadi sambutan hangat untukku…


Pelukan, ciuman dan belaian lembutnya menjadi sajian hangat untukku…


Dengan semangat ku ceritakan semua yang kualami tanpanya, dengan penuh perhatian juga Ibu mendengarkannya…

Tanpa beban………….

Saat malam datang….., semua Ibu persiapkan….

Makan malam kami, sampai tempat tidur kami….

bu takkan tidur sebelum kami terlelap….


Rutinitas yang Ibu lakukan saat kami akan tidur…


(Belai rambut kami, cium kami, peluk kami, tuntun kami Doa, trus kita berempat cerita-cerita tentang khayalan masa depan kami yang bahagia. Sampai akhirnya kami bener-bener ngantuk trus Ibu bilang “Selamat tidur ya sayang, maafin Ibu, Ibu sayang Teteh, Akang, Efa”.


Saat pagi menjelang….., semua Ibu persiapkan….


Membangunkan kami dengan kata-kata lembut, “Bangun sayang, shalat subuh dulu yu…” tetep dengan ciuman, pelukan, dan belaian lembutnya yang gak pernah kelewat…


Saat kami bermalas-malasan sambil menahan rasa kantuk, Ibu dengan semangat mempersiapkan sarapan untuk kami…


Dengan ramah dan penuh canda Ibu menyapa tetanga-tetangga yang selalu berisik di depan rumah kami…

“Teeeh, kaaaang, deeee”, Ibu panggil kami keluar, dan di tangan Ibu udah siap sepiring makanan yang tadi Ibu siapin untuk sarapan kami… Dengan tangan lembutnya Ibu menyuapi kami, dan sorot matanya yang tidak pernah lepas memerhatikan kami…..

Tak peduli berapa umur kami, tak peduli seberapa sering kami membuatny menangis, tak peduli seberapa sering kami membuatnya sakit dengan kenakalan-kenakalan kami, Ibu tetap memanjakan kami (diseling kemarahan Ibu yang ga pernah bertahan lama dan setiap malem sebelum kami tidur Ibu selalu minta maaf karena merasa bersalah telah memarahi kami)…, semua Ibu lakukan setiap hari sampai akhirnya sakit Ibu bertambah parah, 2 tahun Ibu bertahan (tetep demi kami), sampai pada hari kamis tgl 17 Desember 2009 jam 17:55 Ibu pergi untuk selamanya dengan ketenangan dan tanpa rasa beban…., dan kami tanpa daya apapun hanya bisa mengikhlaskannya pergi dengan diiringi doa dan air mata…..

Selamat jalan Bu…., Kau adalah Ibu terhebat bagi kami dan takkan pernah tergantikan oleh siapapun dan apapun juga…

We Luv U mom and It’s Never End…

Thursday, December 02, 2010

TULISAN FRIDHA RASJID

Ibu, darimu kubelajar

oleh Fridha Rasjid pada 03 Desember 2010 jam 12:00
bu, aku baru sadari saat ini…….

Bahwa menjadi dirimu bukanlah suatu kepastian;

Karena masalah yang harus diselesaikan tidak selalu datang dalam jam kerja yang telah ditetapkan.
Karena tugas di luar jadwal sringkali lebih banyak dan harus segera dituntaskan.
Karena peluk hangatmu tidak serta merta berhasil dalam atasi setiap permasalahan.
Karena peluh keringatmu terkadang mengalir lebih deras tanpa sempat terusapkan.


Ibu, semakin aku pahami saat ini…..

Bahwa menjadi dirimu adalah suatu anugerah yang tak terelakkan;

Karena dengan jam kerja tak berbatas, kesempatan tuk menempa diri semakin terbukakan.
Karena tugas yang tak terbendung, mengelola diri lebih kuat menjadi suatu keniscayaan.
Karena kerumitan masalah, menjadikan diri yang penuh cinta semakin terkembangkan.
Karena kelelahan tak terbatas, menjadi asesoris indah saat semua sulit tertuntaskan.


Ibu, dengan hatiku saat ini….
Kusadari dan kupahami bahwa sabar bukan hanya sekedar pilihan;

Karena memang tiada pilihan lain, tuk atasi semua sulit yang dirasa dengan penuh ketegaran.
Karena keikhlasan hanya bisa terwujud saat kita tuntaskan semua tugas dengan ketabahan.
Karena kecerdasan terasa bermanfaat saat diri ini mampu kelola emosi dengan kesabaran.
Karena hidup penuh makna saat kita tetapkan diri capai tujuan yang telah ditetapkan.


Alhamdulillah….
Syukurku karena kau telah menjadi ibuku ^_^

Saturday, November 27, 2010

Dari Cecep Hendar Jurnalis TV Indosiar



kisah yang mungkin nyata----saat ajal menjemput dalam kerugian....Naudzubillah......
oleh Cecep Hd Jurnalis Bandung pada 26 November 2010 jam 21:07

KISAH YANG MUNGKIN NYATA............

seperti biasa saya sehabis pulang kerja tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat.

sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan beranjak melaksanakan kewajiban solat.

sementara anak-anak & istri sedang berkumpul di ruang tengah menonton tayangan televisi.

dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan angin dingin menghembus tepat di muka saya.

selang beberapa lama, bayangan seorang yang tak tampak mukanya, berjubah putih dengan tongkat di tangan, tiba2 sudah berdiri di depanku.

sontak, saya kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.

sebelum sempat bertanya.....siapa dia?...tiba2 dada saya terasa sesak, sulit bernafas....

namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sekuat tenaga.

yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan, pelan2 dari dadaku......terus berjalan.....dan terus berjalan....

kekerongkonganku....sakittttttttt........sakit sekali......rasanya.

keluar airmataku menahan rasa sakitnya,....

Oh...Tuhan ada apa dengan diriku.....????????

dalam kondisi yang masih sulit bernafas, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...

kkhh.........khhhh..... kerongkonganku berbunyi.

sakit rasanya, amat teramat sakit

seolah tak mampu aku menahan benda tadi...

badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras....mataku terbelalak.....air mataku tak berhenti.

tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku.

aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....dan lamba-laun hilang dari pandangan.

namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebihringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.

ku herann... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku....

di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku,persis tepat di bawah sofa yang kududuki tadi.

badannya dingin kulitnya membiru. siapadia???????...mengapa anak2 & istriku memeluknya!! sambil menangis...mereka menjerit...histeris...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...

siapa dia.............????????

betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan....

dia........dia.......dia, ternyata aku....ada apa ini Tuhan...????????

aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu.....

aku mencoba merangkul istri dan anakku tapi tak bisa.aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.

aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. aku mulaiberteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku

seolah mereka tak melihatku...dan mereka terus-menerusmenangis....aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku

aku telah mati...aku mati.

aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak......

aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku.

aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. belum banyak yang kulakukan untuk membimbing mereka.

tapi waktuku telah habis.......masaku telah terlewati....

aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.

sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, dan berbahagia untuk keluarga

aku menyesal aku terlambat menyadarinya.

aku mati dalam keadaan belum sholat.

Ohh Tuhan, jika Kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca catatan ini sungguh aku amat sangat bahagia.

karena aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh memohon ampun, beribadah, mengakui segala dosa&berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.

aminn yaa Robbalalaminn...............

Wednesday, November 24, 2010

Artikel Lain

Siapa Sebenarnya Belanda Depok?

oleh Man Aziz pada 24 November 2010 jam 14:54

Selasa, 0 0000 - 00:00 wib


Belanda Depok. Siapa yang tak akrab dengan sebutan itu. Terkadang sebutan itu selalu digunakan masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya, untuk meledek orang-orang yang sok kebule-bulean.

Siapa sangka jika Belanda Depok memang benar ada, bahkan beranak-pinak. Namun jangan sangka, kaum Belanda Depok dan turunannya ini tidaklah berambut pirang, berkulit putih, serta bermata biru, seperti layaknya bangsa Belanda. Justru sebaliknya, yang disebut Belanda Depok ini berperawakan yang tidak jauh dari perawakan orang pribumi.

Lalu bagaimana asal muasalnya? Berikut kami tuturkan.

Pada abad ke-16, saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda, hiduplah seorang tuan tanah bernama Cornelis Chastelein yang mendiami dan membeli sebuah wilayah pertanian dan perkebunan bernama Depok. Cornelis kemudian menjadi Presiden di wilayah yang luasnya ribuan hektare itu.

Karena tak sanggup merawat tanahnya yang begitu luas, dia kemudian mengambil dan mempekerjakan budak-budak yang umumnya berasal dari Indonesia bagian timur, seperti Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Jawa, Pulau Rote serta Filipina. Setidaknya terdapat 200 budak dipekerjakannya.

Tak selayaknya tuan tanah lainnya di masa itu, Cornelis memperlakukan para budaknya dengan sangat manusiawi. Budak-budak tersebut dirawat, diberikan pendidikan, serta diperkenalkan agama Kristen Protestan lewat sebuah Padepokan Kristiani. Padepokan ini bernama De Eerste Protestante Organisatie van Christenen, disingkat Depok. Dari sinilah nama kota ini berasal.

Karena terlihat adanya kesetaraan dengan majikannya, tak pelak masyarakat yang hidup di sekitar perkebunan menyebut para budak itu Belanda Depok.

Suatu saat, Cornelis Chastelein meninggal dunia pada tanggal 28 Juni 1714 karena sakit. Cornelis pun mewariskan perkebunannya pada para budaknya yang telah dibebaskannya. Berikut isi wasiatnya.

"... Maka hoetang jang laen jang di sabelah timoer soengei Karoekoet sampai pada soengei besar, anakkoe Anthony Chastelein tijada boleh ganggoe sebab hoetan itoe misti tinggal akan goenanya boedak-boedak itoe mardaheka, dan djoega mareka itoe dan toeroen-temoeroennja tijada sekali-sekali boleh potong ataoe memberi izin akan potong kajoe dari hoetan itoe boewat penggilingan teboe... dan mareka itoe tijada boleh bikin soewatoe apa djoega jang boleh djadi meroesakkan hoetan itoe dan kasoekaran boeat toeroen-temoeroennja,..."

Kemudian ratusan budak tersebut kemudian dikelompokan menjadi 12 fam atau marga dan mewarisi surat wasiat dari Cornelis untuk merawat perkebunan tersebut. Belasan marga tersebut yaitu Laurenz, Loen, Leander, Jonathans, Toseph, Yakob, Sudira, Samuel, Zadoch, Isac, Bakas dan Tholence.

Seiring perkembangan zaman, wilayah yang disebut Depok pada zaman Cornelis Chastelein, kini hanyalah sebuah Kecamatan bernama Pancoran Mas Depok. Komunitas Belanda Depok sendiri masih dapat dijumpai di kawasan Depok Lama karena terdapat sebuah yayasan kumpulan mereka yang diberi nama Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).

Salah satu keturunan mereka yang juga anggota YLCC, Suzana Leander menuturkan, sebelum menjadi yayasan, YLCC hanya sebuah lembaga yang didirikan sebagai lambang persatuan budak-budak, serta tempat berkumpul komunitas mereka.

Hingga saat ini, Suzana bersama 150 pegawai lainnya yang juga keturunan budak-budak Cornelis Chastelein, bekerja mengabdi di YLCC untuk menjaga aset warisan yang masih tersisa, serta melestarikan keturunan mereka agar tidak punah.(hri)

Catatan Fridha Rasyid

Selesaikah Masalah Kita dengan Berpikir Positif?

oleh Fridha Rasjid pada 19 Oktober 2010 jam 16:01

Jaman sekarang memang asyik, beragam informasi menghampiri kita dengan ringannya.
Jaman sekarang sungguh membahayakan, banyak informasi negatif yang bisa merusak mental kita.

Dua kalimat diatas menyikap satu hal yang sama, yaitu era internet. Satu hal: dua sikap, itu sangat wajar karena memang udah sunnatullah bahwa setiap hal itu berpasangan. Bagaikan mata uang, ada dua sisi yang berbeda, ada jahat ada baik, ada benar ada salah, ada nasib baik ada nasib buruk, ada nikmat ada juga musibah.

Hal yang tidak wajar, kalo kita terus terlena dalam sisi baik, memandang segala sesuatunya hanya dari sudut pandang kita yang lurus-lurus aja. Sebaliknya juga, bikin repot kalo kita hanya terfokus pada sisi buruk, karena bisa bikin bete, frustrasi, atau merasa sengsara sedunia hehe...



So, beranjak dari sunatullah , aku jadi yakin bahwa kalau kita mau menang...kita gak akan pernah bisa menghapuskan seluruh kejahatan yang ada di muka bumi ini. Kalau kita mau menang, kita harus melawan musuh kita hingga mereka tidak pernah bisa eksis. Gak pernah bisa menghapus, lha......kok bisa? Bukan apa-apa, coz kan kejahatan akan terus ada hingga hari akhir, dan kita tidak bisa terus berharap tetap ada dalam kebaikan selama kita tidak pernah 'mengeksiskan' diri kita sebagai orang baik. Kalau kita pake kembali contoh mata uang tadi, kita tidak pernah bisa menghapuskan sisi mata uang yang lain. Kita hanya bisa 'membaliknya' hingga sisi yang kita inginkan lah yang 'eksis'.



Beranjak dari pemikiran itu,aku jadi lebih paham bagaimana 'melawan' nasib buruk kita.

Saat kita mendapatkan musibah, kita tidak akan pernah bisa mengatasi perasaan merana yang kita dapatkan, kalo kita tidak bangkit untuk mengatasi dan 'melawan' nasib buruk yang disebut sebagai musibah itu. Reaksi manusiawi kalau kita menolak nasib buruk, kubilang nasib buruk karena musibah biasanya sudah terjadi dan tidak bisa dirubah. Tapi juga, the show must go on.....kehidupan terus berjalan saat kita mendapatkan nasib buruk, dan untungnya juga kehidupan terus berjalan dan tidak berhenti saat kita mendapat nasib buruk. Makanya, jadi gak asyik kalo kita berhenti dengan kalimat musibah tidak dapat dirubah. So..... apa kita mau berhenti dan terus terpuruk? atau bangkit dan 'menata' musibah itu menjadi suatu hal yang baru dan menjadi berkah bagi kita.


Nah, merubah musibah menjadi berkah......ini yang menjadi jiwa dari berpikiran positif.

Musibah, bisa menjadi berkah saat kita berupaya (tidak hanya berpikir) untuk merubah keburukan menjadi kebaikan.

Berpikir positif, baru merupakan langkah awal....yaitu....memandang segala sesuatu dari sisi pandang kebaikannya.

Langkah selanjutnya adalah berupaya untuk 'mengeksiskan' kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Misalnya, saat kita gagal mendapatkan proyek yang menjanjikan, nah cari tyuh sisi baiknya......misalnya bahwa kita harus lebih siap mempersiapkan diri, baik itu proposal yang lebih eyecatching, ide yang lebih brilyan, link yg lebih wokeh....So...pikiran ini juga harus SEGERA ditindaklanjuti ....gak akan bisa jadi lebih baik kalo kita gak benahin proposal itu , atau buka jaringan lagi yang baru.

Langkah yang keliatannya lebih ekstrim setelah berpikir positif adalah terjun bebas.....

Contoh kerennya adalah Thoriq bin Ziyad, salah seorang pahlawan Islam. Setelah beliau menyeberangi selat Gibraltar bersama pasukannya untuk menyerang kekaisaran Romawi, baru ketauan kalo jumlah lawannyalebih besar dan persenjataannya lebih canggih. Pilihannya cuman maju ato mundur, tapi buat apa juga mundur kan? So.......menguatkan tekad dan membakar perahu-perahu pasukannya sendiri, sehingga tidak bisa pulang kecuali setelah mengalahkan pasukan lawan. Jadi, gak ada alternatif lain kecuali MAJU dan tindakannya itu juga membakar semangat pasukan untuk mati-matian menyerang biar menang dan ntar bisa pulang deh... (sst kalimat terakhir abaikan saja hehehe).


Point yang ingin kusampaikan di sini adalah....

Berpikir positif -saja- sama sekali tidak menyelesaikan masalah, selain membuat hati kita tenang hehehe...
Berpikir positif bararti kita baru menemukan pintu 'keberhasilan'....
Kalau kita mau masuk pintu itu, ya usaha dong........
hehehe....
ada saran laen gak?

Catatan Fridha Rasyid

Fenomena ketiga; Artis, Tampang atau Bakat?

oleh Fridha Rasjid pada 19 Oktober 2010 jam 13:20

Saat disodori judul tersebut sekitar tiga pekan yang lalu (di tahun lalu lho), aku tersenyum, "hmm...ini memang benar-benar judulnya ya De?". Mahasiswi yang kutanya, mengangguk dengan mantap disertai dengan tanda tanya dan harap-harap cemas di sorot matanya *deuh ini sih didramatisir hehe.... Seraya meminta alamat email, Ia segera menjelaskan inti dari pembahasan tersebut yang tidak lain menyoal tentang maraknya kemunculan artis yang 'cukup mengganggu' dengan keberanian mereka untuk muncul tanpa didasari oleh bakat yang memadai.

Hmmm....kalo kupikir-pikir.....maraknya kemunculan artis yang dianggap hanya jual tampang, bisa dipahami juga sih.... Dalam hukum ekonomi kan udah jelas-jelas dipaparkan bahwa yang disebut pasar kan ada penjual, ada pembeli, dan transaksinya *gak tau hukum apa nih, intinya ini sih persepsi aku aja hehee*. Artinya, banyaknya orang yang menjual sesuatu karena melihat banyaknya kebutuhan akan sesuatu itu. Artinya juga, kalo gak butuh dan gak suka orang tersebut gak bakal beli kan? artinya lagi, semakin sedikit yang butuh atau semakin sedikit yang minta, maka orang pun akan mengurangi produksi sesuatu tersebut.

Pendek kata, kemunculan artis biasanya justru karena 'permintaan' masyarakat. Respon yang tinggi atas video Sin-Jo yang 'memaksa' Charlie untuk menggaet mereka dan memunculkannya sebagai artis, adalah salah satu contoh yang paling gress. Contoh klasik yang lain adalah maraknya sinetron remaja yang bertaburan bintang enak dipandang, membuat banyak mata tertuju pada sinetron tersebut terlepas dari kekuatan ceritanya, terlepas pula dari kualitas aktingnya. Konsekuensi logis jika produser terus menjaring bintang-bintang yang enak dipandang atau bahkan bertampang sangat biasa...kalau memang itu sangat diminati oleh 'mata' kita. Tapi juga, teuteup....ujung-ujungnya perlu pakai catatan khusus bahwa tidak semua pemirsa hanya 'membutuhkan' tampang.

Bukan salah artis yang bertampang dan tanpa bakat itu jika mereka terus eksis. Mereka ada karena permintaan juga penerimaan kita sebagai pemirsanya. Selama kita sebagai pemirsa terus memiliki toleransi dan 'mengabaikan' kurangnya kualitas artis dalam menjalani profesinya....selama itu pula artis bertampang -saja- terus bersliweran di layar tv kita. Menurutku, hal yang paling penting adalah tindak lanjutnya....apakah artis tidak tersebut berpuas diri dan terus mengasah ketrampilan dan kemampuan mereka, ini yang perlu kita perhatikan.

Nah, terus mengasah dan mengembangkan diri, itu yang paling penting......

Menurutku dalam profesi apapun bukan hanya bakat yang dibutuhkan. Bakat hanyalah mempermudah kita untuk menjalani profesi kita. Kecintaan dan tanggungjawab kita terhadap profesi yang kita jalani, itu yang paling penting. Dengan itu kita terus semangat perbaiki kemampuan, tingkatkan ketrampilan yang ditbutuhkan dalam menjalani profesi kita saat ini. Tampang? itu bonus aja hehehe. Kembali pada topik, khusus artis.....tampang memang sangat dibutuhkan, yang penting menarik, baik itu menarik karena cantik atau ganteng, atau juga menarik karena 'berbeda. Jadi, alternatif tampang atau bakat masih kurang lengkap, harus ditambah dengan tanggungjawab juga.

Tampang cihuy, tanpa bakat? lama-lama juga bikin bosen :)

Berbakat, tapi gak enak diliat? lama-lama bisa dimaklumi, so bisa dinikmati juga sih... :)

Intinya, tampang atau bakat pada akhirnya berpulang pada kita sebagai pemirsa....

toh di ajang-ajang pencari bakat masa kini, pada akhirnya berpulang pada banyaknya sms. Pada sebanyak apa orang mau mengorbankan pulsa dan mengeluarkan uang untuk membeli dan menikmati penampilan mereka.

*oleh-oleh jadul dari diskusi menarik di kelas bersama 'mereka'*

SKY TWO VOICE Radio Siaran SMK Angkasa 2 Margahayu Lanud Sulaiman

Dengarkan Lagunya, Belajar dimanapun kita bisa, SMK Angkasa 2 Juara Free Shoutcast Hosting Radio Stream Hosting